Friends

BPM Studio Pro

The High-End BPM Studio Professional includes all functions you´ll ever need to handle your creative DJ business day. With this range of features all of your dreams will come true.

MATRIX Automation software

Paket software ini terdiri dari 6 Modul (6 Software) diantaranya : Modul OnAir, Modul Traffic, Modul Music Director, Modul Produksi, Modul SMS dan Modul News.

SAM Party DJ

Sound like a true professional with this DJ software featuring crossfader, gap killer, beat matching and volume normalization

VirtualDJ Broadcaster

VirtualDJ Broadcaster is the perfect solution to discover or rediscover the pleasures of DJing

digiscratch

The software player opens a digital audio file and scans the whole song data. As a result the song overview waveform is displayed in the player window, using spectral colors for basses, mids and treble

MERAKIT PLL FM

                                             Ini adalah beberapa foto hasil merakit  sendiri,,,,,

























Skema Power RF

 Ada beberapa macam power RF yang bekerja di jalur VHF FM, berikut skemanya :





Teori Dasar Elektronika dan Dasar Kelistrikan

  TEORI ELEKTRON dan TEORI ATOM


Teori Elektron

 Teori Elektron dikemukakan oleh Democretos, yang mengatakan :
Jika suatu benda/Zat (padat, cair, gas) dibagi-bagi menjadi bagian yang terkecil dan bagian tersebut masih memiliki sifat asalnya disebut molekul. Kemudian jika molekul tersebut terus dibagi-bagi menjadi bagian yang sangat kecil sekali, dan bagian tersebut tidak memiliki sifat asalnya, disebut atom.

Atom berasal dari kata Yunani yang berarti tidak dapat dibagi-bagi lagi.
A = tidak sedangkan tomos = dibagi-bagi.
Jadi Atom adalah bagian yang terkecil dari suatu molekul yang tidak dapat dibagi-bagi lagi menurut reaksi kimia biasa.
Sedangkan molekul adalah bagian yang terkecil dari suatu benda yang masih memiliki sifat asalnya.

Teori Atom

Atom terdiri dari sebuah inti atom (nukleus) yang disusun oleh proton dan netron, dan dikelilingi oleh elektron-elektron.
Proton adalah partikel penyusun atom yang bermuatan positip
Elektron adalah partikel penyusun atom yang bermuatan negatip
Netron adalah partikel penyusun atom yang tidak bermuatan (netral)

Sebuah atom dikatakan netral apabila jumlah proton dalam inti sama dengan jumlah elektron yang mengelilingi inti atom tersebut.

Atom netral jika diambil/dikurangi satu atau lebih elektronnya, maka atom tersebut tidak berkesetimbang (netral) lagi, karena kekurangan elektron. Atom yang kekurangan elektron akan bermuatan positip, disebut Ion Positip.

Atim netral jika ditambahkan satu atau lebih elektronnya, maka atom tersebut tidak berkesetimbang (netral) lagi, karena kelebihan elektron. Atom yang kelebihan elektron akan bermuatan negatip, disebut Ion Negatip
Elektron bebas = Elektron Valensi adalah elektron-elektron yang berada pada lintasan kulit atom terluar.

Sifat-Sifat Atom


Sifat-sifat atom antara lain :
a.Nomor atom suatu unsur menyatakan jumlah proton atau jumlah elektron                   dalam sebuah atom netral. (jumlah proton = jumlah elektron).

b. Suatu Unsur dinyatakan dengan :
         A
             X                 dimana : X = nama unsur
               Z                                     A = nomor massa
                                                      Z  = nomor atom
      c. Nomor massa suatu atom menyatakan jumlah proton dan netron dalam inti.

          Contoh:                                    1
                    1. Atom Hidrogen :           H
                                                           1  
                        Berarti, dalam atom H terdapat 1 elektron dan 1 proton.
                                                            4
                     2. Atom Helium :              He
                                                             2
                         Berarti, dalam atom He terdapat 2 elektron, 2 proton (Z), dan 2                              
                          Neutron ( A – Z ).
    

       d. Ion positip ialah atom yang kehilangan/kekurangan satu atau lebih  .
                               elektronnya.
       e. Ion Negatip ialah atom yang kelebihan satu atau lebih elektronnya.

Hukum Muatan Listrik

  1. Jika ada dua benda bermuatan sejenis saling berdekatan (positip dengan positip atau negatip dengan negatip), maka akan terjadi tolak menolak.
  2. Jika ada dua benda bermuatan tak sejenis saling didekatkan akan terjadi tolak menolak.
Kedua Hukum diatas dapat disimpulkan bahwa :
  1. Muatan sejenis akan tolakmenarik
  2. Muatan tak sejenis akan tarik menarik








            
      Gambar  2 a, Muatan yang sejenis                           Gambar 2 b, Muatan tak sejenis

 

Perpindahan Muatan Listrik


Berdasarkan kemampuan suatu bahan untuk memindahkan muatan listrik, dapat dibagi kelompok dalam :
  1. Konduktor atau penghantar
Yaitu benda atau bahan yang dapat memindahkan muatan listrik
Sifat konduktor antara lain:
a.mempunyai banyak elektron bebas.
   Elektron bebas yaitu elektron-elektron yang berada pada lintasan terluar dari
    Struktur atom.
b. elektron-elektron pada atom mudah berpindah dari lintasan yang dalam ke
    lintasan terluar.
c. Biasanya mudah mengantar panas/kalor seperti : besi, emas, perak, tembaga
    aluminium, kuningan dan lain-lain.
    Benda cair: larutan elektrolit ( H2SO4 ), air  ( H2O )
    Tubuh manusia, tanah dan sebagainya.
  
  1. Isolator atau Penyekat
Adalah benda atau bahan yang tidak dapat memindahkan muatan listrik.
Sifat dari isolator antara lain :
a. Ikatan elektron pada intinya sangat kuat. (tidak ada elektron bebas).
b. Sulit menghantar panas/kalor.

  1. Semikonduktor atau Setengah Penghantar
Adalah benda atau zat yang kurang baik untuk konduktor dan tidak sempurna sebagai isolator.
Contoh:
a. Silikon
            b. Germanium
            Kedua bahan tersebut biasa dipakai utnuk membuat komponen seperti :
1.      Dioda
2.      Transistor
3.      IC (Integrated Circuit = Rangkaian yang dimampatkan/terpadu).
4.      Micro chip.

ARUS LISTRIK dan SATUANNYA


Arus listrik adalah muatan-muatan negatip (elektron-elektron) yang mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi.

Mengenai arus listrik ini diselidiki oleh Andre Marie Ampere, yang mengatakan :
(Kuat) Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir dalam suatu penghantar setiap sekon (detik). Pernyataan tersebut dapat ditulis dengan rumus :
            Q
I  =  ———-  dimana :    I  =  Arus listrik dalam satuan Ampere  ( A )
 t                          Q = Muatan listrik dalam satuan Coulomb  ( C )  
                                         t  = waktu dalam satuan sekon atau detik  ( s ) atau ( dt )

 1 Ampere yaitu apabila dalam suatu penghantar mengalir muatan sebesar satu
                           coulomb selama satu sekon ( detik ). 

                         1 coulomb                                                                18
1 Ampere  =  —————–                       1  Coulomb  =  6,3 x 10     elektron.
                          1 sekon
                                                                      Coulomb                                   Coulomb
Maka  berdasarkan satuannya  Ampere =  ————–    atau   Ampere  =  ————–
                                                                       Sekon                                        Detik

                                                 Coulomb  =  Ampere x  Sekon

                                                                       Coulomb
            Sedangkan untuk          Sekon     =  ————–
                                                                        Ampere

Ketiga rumus ini dapat diingat dengan menggunakan segitiga seperti berikut :
                                                                  Q
                                               1.  I   =  ———
                   Q                                             t

                                                2.  Q  =   I   x   t

              I           t                                         Q
                                                3.  t   =  ———
                                                                   I

Contoh Soal :

  1. Dalam suatu penghantar mengalir muatan sebesar 3600 coulomb, selama 4 menit. Berapakah besar arus listriknya ?

Diketahui :  Q  =  3600  C
                     t  =        4 menit = 4 x 60 s  = 240 s = 240 dt

Ditanyakan :  I  =  ?

                          Q              3600 C
Jawab :   I  =  ——-  =   ————-  =  15  Ampere
                            T                240 s

Jadi arus listrik yang mengalir =  15 ampere = 15 A

  1. Didalam sebuah penghatar selama 2 menit mengalir arus listrik sebesar 2 Ampere.  Tentukanlah besar muatan listriknya !

Diketahui  :  t  =  2 menit  =  2 x 60 detik  =  120 s = 120 dt
                     I  =  2  Ampere

Ditanyakan  :  Q  =  ?

Jawab :  Q  =  I  x  t   =  2 A  x  120  dt  =  240 A , dt  =  240 Coulomb.

Jadi muatan yang mengalir = 240 Coulomb = 240 C

.     3.  Muatan listrik sebesar 600 Coulomb mengakibatkan arus mengalir di dalam   
           penghantar sebesar 3 Ampere. Berapa lama muatan itu mengalir ?

Diketahui :  Q  =  600 Coulomb
                     I   =      3 Ampere

Ditanyakan : t  =  ?
                         Q               600  C
Jawab :  t  =  ———  =  ————  =  200  sekon  =  200  dt
                           I                   3  A

Jadi lama muatan itu mengalir =  200 sekon  =  200 detik

       4. Selama 20 menit di dalam penghantar mengalir muatan sebesar 1200 Coulomb.
            Berapakah besar arus listriknya  ?

Diketahui  :  t  =  20  menit  =  20  x  60 detik  =  1200  s  =  1200  dt
                     Q =  1200 Coulomb

Ditanyakan  :  I  =  ?
                           Q         1200 C
Jawab  :  I  =  ——– = ———–  =  1  Ampere   =  1  A
                            T          1200 s

Jadi arus listrik yang mengalir dalam penghantar =  1  Ampere  =  1  A

                                                                3
1  Ampere  =  1000  mili Ampere  =  10    m A
                                                                        3
            1 mili Ampere = 1000 mikro Ampere =  10   u A

1 Ampere  =  1000 m A = 1000.000  mikro Ampere

    Sumber Arus Listrik

     Sumber arus listrik adalah penghasil arus listrik. Sumber arus listrik ada 2 macam :

  1. Sumber arus listrik searah ( DC = Direct Current )
Yaitu sumber arus listrik yang tidak berubah fasenya. Pada gambar grafik yang memperlihatkan hubungan antara tegangan ( V ) dan waktu ( t ) pada
Arus Listrik searah ( DC ).                               
V   






                                                   t
          Gambar 3. Grafik Arus Listrik Searah ( DC)

Contoh Sumber arus listrik searah ( DC )
  1. Batere/Baterai  ( elemen kering )
  2. Accumulator ( aki = accu ) (elemen basah )
  3. Elemen Volta ( elemen basah )
  4. Solar sel
  5. Dinamo DC atau Generator DC
  6. Adaptor AC ke DC : a. Adaptor Sistem Perata Tunggal, b. Adaptor Sistem Cabang Tengah, c. Adaptor Sistem jembatan, d. Adaptor Sistem Dwi Kutub
   
  1. Sumbaer arus listrik bolak balik ( AC = Alternating Current )
Yaitu sumber arus listrik yang berubah-ubah fasenya setiap saat, jangka waktu tertentu mengalir ke satu arah,dan waktu yang lainnya kearah yang lain.
    V





                                                                                     t



              Gambar 4. Grafik Arus listrik bolak balik ( AC )

Contoh sumber arus listrik bolak balik ( AC )
  1. Generator AC
  2. Jala-jala PLN yang dihasilkan oleh :  PLTA, PLTU, PLTP, PLTN, dll.
  3. Inverter DC ke AC

Alat Ukur

Amperemeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik


TEGANGAN LISTRIK dan SATUANNYA


Tegangan Listrik dinyatakan dengan notasi V ( Volt ) atau Voltage dan juga dinyatakan dengan huruf E dari EMF yaitu singkatan Electro Motive Force
( gaya gerak listrik ) dan satuan tegangan Listrik adalah Volt.
.Tegangan listrik atau Potensial listrik
yaitu energi atau tenaga yang menyebabkan muatan-muatan negatip (elektron-elektron) mengalir dalam suatu penghantar.
Pernyataan tersebut dapat ditulis dengan rumus :
              W
V  =  ———–  dimana :  V  = Tegangan listrik dalam satuan Volt  (  V  )
               Q                        W = Energi /tenaga/ kerja listrik dalam satuan  Joule  (  J  )
                                          Q  = Muatan listrik dalam satuan Coulomb  (  C  )
Untuk dapat memahami pengertian di atas dapat kita lihat dari keterangan pada gambar di bawah ini :
                 Arah aliran Arus listrik                                                      
A                       I = Arus Listrik                         B
                                                                               negatip
positip                                  e                                            
                                              Arah aliran elektron
Gambar 5. Elektron bergerak jika terdapat perbedaan potensial

Titik A (positip) dan titik B (negatip), karena A dan B terdapat selisih potensial, maka antara titik A dan titik B terjadi tegangan listrik ( beda potensial)
Untuk lebih jelasnya mari kita lihat gambar rangkaian tertutup ( Closed Circuit)
Di bawah ini :
    Positip
                                       I = arus Listrik


                         Batere                                                  Lampu  ( R )
                          ( V )
I


     Negatip                                                  e  = elektron

                  Dari gambar di atas arus listrik mengalir :
  1.  
    1. Di dalam sumber batere arus mengalir dari negatip ke positip,
    2. Di penghantar arus mengalir dari kutub positip ke kutub negatip

Satuan Tegangan Listrik atau potensial listrik dinyatakan dalam Volt ( V ).
1        Volt  =  1000  mili Volt   ( m V )
1   mV  =  1000  mikro Volt  ( u V )
                  1  Kilo Volt  =  1   KV  =  1000  Volt
                  1  Mega Volt = 1 MV  = 1000 KV

Alat Ukur

Voltmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya tegangan listrik.

RESISTOR ( HAMBATAN LISTRIK ) dan SATUANNYA


Resistor yaitu suatu bahan yang melakukan perlawanan jika dialiri oleh arus listrik.
Resistor diberi notasi dengan huruf R yang berasal dari kata Resistance. (perlawanan
Atau to resist = melawan).
Mengenai resistor ini dipelajari oleh George Simon Ohm, yang melakukan penelitian pada kolom air raksa.

Pengertian Satu Ohm

Satu Ohm adalah besarnya perlawanan sebatang air raksa/Kolom air raksa yang penampangnya serbasama (homogen), yang panjangnya 106,3 Cm, dan luas penampangnya 1 mm2  pada suhu 0 derajat Celsius.

Satuan Resistor/Hambatan Listrik

Satuan utnuk hambatan listrik atau Resistor adalah Ohm  (       = omega)
1 Megaohm  =  1 M       =  1.000  Kiloohm  =  1.000  K   
1 Kiloohm    =  1  K      =   1.000   ohm        =  1.000
1  Ohm          =  1           =  1.000  miliohm    = 1.000 m
1  miliohm     =  1          =   1.000  mikroohm=  1.000  u

Alat ukur

Ohmmeter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besarnya hambatan listrik / resistansi.

Fungsi Resistor

  1. Mengatur arus listrik ( melawan arus listrik)
  2. Membagi arus listrik
  3. Membagi tegangan listrik
  4. Sebagai elemen pemanas; seperti solder, solder atraktor, heater, setrika listrik, rice cooker, kompor listrik dll.

Jenis Resistor

Ada 5 (lima) macam resistor yang kita kenal
  1. Resistor Karbon
  2. Resistor Kompon
  3. Resistor Kawat Gulung ( Wire Wound )
  4. Resistor Serbuk Besi
  5. Resistor Film Logam ( Metal Film )

Berdasarkan sifat dan kegunaannya resistor :
I. Resistor tetap ( Fixed resistor )
   Yaitu jenis resistor yang nilai hambatannya tidak berubah/tetap/tertentu.
    Nilai resistor ada yang dinyatakan dengan :
1.      Angka, misalnya : 1 Kiloohm, 1,2 ohm, 100 ohm, 100 Kiloohm dst.
2.      Dengan kode warna.
Untuk menentukan nilai resistor dengan kode warna kita perlu meningat akronim dari warna-warna yang digunakan pada resistro tersebut seperti:
 Hi Co Me Ji Ku Hi Bi U A P E P Non, yaitu singkatan dari Hitam, Coklat, Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu, Putih, Emas, Perak dan
Tidan berwarna/tak berwarna (None = Not any one).
Simbol :


II. Resistor Tidak Tetap (Vaiabel Resistor)
     Yaitu jenis resistor yang nilai hambatannya tidak tetap/dapat diatur/dapat      .
      Diubah-ubah/bervariasi.
      Contoh dari Variabel Resistor:
1.      Trimmer Potensiometer (Trimpot)
Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya diubah dengan menggunakan obeng.
Simbol  :


2.      Potensiometer ( Variabel Resistor )
       Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dapat diubah-ubah/
        bervariasi.
     Simbol  :

     Fungsi Variabel Resistor
           1. Untuk mengatur Volume, yaitu mengatur keras lunak suara secara       
        keseluruhan.
       2. Untuk mengatur Treble, yaitu mengatur nada-nada tinggi.
       3. Untuk mengatur Bass, yaitu mengatur nada-nada rendah.
       4. Untuk mengatur Balance, yaitu mengatur suara loudspeaker saluran kiri
           maupun saluran kanan agar seimbang.            

       3. Negative Temperatur Coefficient (NTC)
            Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengarugi/berganting
             Suhu disekitarnya. Jika suhu semakin naik/besar mengenai NTC, maka nilai
              Hambatannya semakin kecil, jika suhu semakin kecil, maka nilai hambatann-
              nya semakin besar.
             NTC  disebut juga dengan nama lain Termister
             Simbol :
            
              Fungsi :
1.      Sebagai saklar otomatis/elektronik
2.      Melindungi komponen elektronika

4.Positive Temperatur Coefficient ( PTC )
           Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengaruhi /bergantung
             Suhu disekitarnya. Jika suhu sekamin nai/besar mengenai PTC, maka nilai   
      Hambatannya semakin besar, jika suhu semakin kecil, maka nilai hambatan-
      Nya semakin besar.                 
             Simbol :

             Fungsi :
1.      Sebagai saklar otomatis/elektronik
2.      Melindungi komponen elektronik.

   5.Light Dependent Resistor ( LDR )
     Yaitu jenis resistor tidak tetap yang nilai hambatannya dipengaruhi/bergantung
            cahaya yang jatuh pada LDR tersebut.

             Simbol :

              Fungsi :
1.      Sebagai sensor cahaya pada foto/film
2.      Sebagai saklar otomatis/elektronik

  1. Magnetic Dependent Resistor ( MDR )
Yaitu jenis resistor tidak tetap yang dipengaruhi/bergantung pada magnit.Jika medan magnit banyak mengenai MDR, maka nilai hambatannya semakin besar, tetapi jika medan magnit sedikit mengenai MDR, maka nilai hambatannya semakin kecil.

III. Menentukan Nilai Resistor Tetap dengan Kode Warna pada Resistor
       Untuk menentukan nilai resistor ada beberapa hal yang perlu diingat ;
1.      Memahami kedudukan warna-warna tersebut pada resistor tetap.
A, Warna pertama  : Untuk menyatakan angka pertama ( digit ke-1 )
B. Warna kedua     :  Untuk menyatakan angka kedua  ( digit ke-2 )
C. Warna ketiga     :  Untuk menyatakan banyaknya nol atau faktor pengali
                                  Atau pangkat dari bilangan 10..
           D.Warna keempat :  Untuk menyatakan toleransi ; Emas = 5 %, Perak = 10 %
                   Dan Non = Tak berwarna = 20 %                                1
2.      Jika Emas berada pada warna yang ketiga, maka faktor pengalinya = 0,1 = —-
                                                                                                                            10                                                                                                                     1
3.      Jika Perak pada warna ketiga, maka faktor pengalinya = 0.01 =  ——–                                    
                                                                                                            100
4.      Dan yang pentingnya adalah hafal akronim HiCoMeJiKuHiBUAPEPNon
Yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,  5 %,  10 %, dan 20 %
.

Tabel Warna Resistor


















                                                          1         2 2  



Contoh Soal : :

  1. Sebuah resistor memiliki warna Coklat – Hitam – Merah – Emas. Tentukan :
A, Nilai Resistor ( NR ) = ?
            B. Nilai Toleransi ( Tol ) = ?
            C. Nilai resistor berada antara  …  s/d  …
                 Nilai Resistor Minimum ( NR Min ) = ?
     Nilai Resistor Maksimun ( NR Maks ) = ?

             Penyelesaian :
       1.  Coklat = 1
            Hitam  = 0
                                2
             Merah = 10    = 100
             a. Nilai resistor = NR = 10 x 100 = 1000 ohm  = 1 kiloohm
            Emas = 5 %
                               5                           5
             b. Tol = ——— x NR  =  ——— x 1000 ohm = 50  ohm
                             100                       100
            c. NR min   = NR – Tol   =  1000 ohm – 50  ohm  =   950  ohm
                NR maks = NR + Tol  =   1000 ohm + 50  0hm = 1050  ohm
                Jadi Nilai resistor berada antara  =   950  ohm  s/d  1050  ohm

  1. Sebuah rsistor  memiliki warna  Merah – Merah – Coklat – Emas. Tentukan : 
    1. Nilai resistor ( NR ) = ?
    2. Nilai Toleransi  ( Tol ) = ?
    3. Nilai Resistor berada antara  …  s/d  …

       Penyelesaian :
           
.Merah  =  2
.Merah  =  2
                    1
 Coklat =  10    =  10
             a.NR = 22 x 10  =  220  ohm
              Emas = 5 %
                               5
             b. Tol = ——– x 220  ohm  =  11  ohm
                             100
              c. NR min   =  220  ohm  -  11  ohm  = 209  ohm
                  NR maks =  220 ohm  +  11  ohm  = 231  ohm
             Jadi  NR berada antara =  209  ohm  s/d  231  ohm

  1. Sebuah resistor memiliki warna Merah – Kuning – Hijau – Perak. Tentukan :
    1. Nilai Resistor ( NR ) = ?
    2. Nilai Toleransi ( Tol ) = ?
    3. Nilai Resistor berada antara …. S/d …
      NR min   = ?
NR maks = ?

         Penyelesaian :

          Merah  =  2
          Kuning =  4
                               5
          Hijau    =   10  = 100.000
          a. NR    =  24  x  100.000  0hm  =  2.400 .000 ohm  = 2.400  ohm  =  2,4  Mohm
                                            10
              Perak = 10 %  = ——-
                               10        100
           b.Tol     =  —— x 2.400.000  0hm  =  240.000  ohm  =  240  Kiloohm
                              100
            c. NR min    =  2.400.000 ohm  -  240.000  ohm  =  2.160.000  ohm
                NR maks  =  2.400.000 ohm +  240.000  ohm  =  2.640.000  ohm
             Jadi NR berada antara = 2.160.000  ohm  s/d  2.640.000  ohm

  1. Warna pada resistor  Coklat – Merah – Jingga – Non. Tentukan :
    1. Nilai resistor ( NR ) = ?
    2. Nilai Toleransi ( Tol ) = ?
    3. NR berada  antara …. S/d ….
NR min    = ?
NR maks  = ?

             Penyelesaian :

              Coklat   =  1
              Merah   =  2
                                     3
               Jingga   =  10    =  1.000
               a. NR    =  12  x  1.000  ohm  =  12.000  ohm
                                                                              20
                   Non  =  Tak berwarna  =  20 %  =  ——–
                                  20                                       100
                b. Tol  =  ——– x 12.000  ohm  =  2.400  ohm
                                  100

                c. NR min    =  12.000  ohm   -  2.400  ohm  =    9.600  ohm
                    NR maks  =  12.000  ohm  +  2.400  ohm  =  14.400  ohm
                  Jadi NR berada antara  =  9.600  ohm  s/d   14.400  ohm

  1. Warna pada resistor  Merah  -  Ungu  -  Emas  -  Emas. Tentukan :                 a.Nilai Resistor ( NR )   = ?
b. Nilai toleransi ( Tol ) = ?
            c. NR berada antara … s/d ….
                NR min    =  ?
                NR maks  = ?

             Penyelesaian :

                Merah  =  2
                 Ungu   =  7           1              -1
                 Emas   =  0,1  =  —–  =  10
                                              10

                 a. NR   =  27  x  0,1   =  2,7   ohm
                                                     5
                      Emas  =  5 %  = ——–                   
                                                   100
                                     5                              13,5
                 b. Tol   =  ——  x  2,7  ohm  = ——–  ohm  =  0,135  ohm
                                   100                            100
                 c. NR min    =  2,7  ohm  -  0,135  ohm  =  2,565  ohm
                     NR maks  =  2,7  ohm  + 0,135  ohm  =  2,835  ohm

                 Jadi NR berada antara  =  2,565  ohm  s/d  2,835  ohm


HUKUM  OHM

   
                                                                                                                  I = Arus listrik            George Simon Ohm telah melakukan percobaan-
percobaan dan membuktikan bahwa terdapat
hubungan yang erat antara arus listrik ( I ), tegangan
listrik ( V ) dan hambatan listrik/Resistor ( R ).
Hubungan tersebut dikenal dengan Hukum Ohm
Yang berbunyi :                                                             V +
Dalam suatu rangkaian tertutup ( Closed Circuit )      -                                          R
Kuat arus listrik ( I ), sebanding atau berbanding
lurus dengan tegangan listriknya ( V ), dan ber-
banding terbalik dengan hambatan listriknya ( R ).                I=Arus listrik

Pernyataan tersebut dapat ditulis secara matematis :               Rangkaian Terturup

               V           Keterangan : I  =  Arus listrik dalam satuan Ampere  ( A )
    I   =  ——-                            V =  Tegangan listrik dalam satuan  Volt ( V )
               R                                R  =  hambatan listrik/Resistor dalam satuan Ohm (    )

Untuk memudahkan mengingat Rumus tersebut dapat kita perhatikan segi tiga penghafal berikut :
                                                   V                                     Volt
                                 1.   I  =  ———     =    Ampere  = ———–
                                                    R                                    Ohm
              V            
          ———
           I   |  R            2.   V  =  I  x  R     =      Volt    =   Ampere x  Ohm
                |
                                              
                                                     V                                   Volt
                                 3.   R  =  ———     =     Ohm   =  ———– 
                                                     I                                 Ampere


Contoh Soal :

  1. Sebuah rangkaian dipasang pada tegangan 12 volt, jika hambatannya 60 ohm.
Tentukan besar arus listrik yang mengalir dalam rangkaian tersebut ?

Penyelesaian :

Diketahui   :  V  =  12  Volt
                      R  =   60  ohm

Ditanyakan :  I   =   ?

Jawab  :                 V            12  Volt                1
                   I  =   ——-  =  ————-  =  ——–  =  0,2  Ampere
                                R            60  ohm               5
           
  1. Pada sebuah rangkaian mengalis arus listrik sebesar 1500 miliAmpere
dan hambatan listriknya  40  ohm. Tentukan besar tegangan yang dipasang
pada rangkaian tersebut ?

Penyelesaian :

Diketahui    :  I   =   1500 miliAmpere  =  1,5  A
                       R  =       40  ohm

Ditanyakan   : V  =   ?

Jawab   :
                    V  =  I  x  R   =  1,5  A  x  40  ohm
                                          =  60  Volt

  1. Sebuah setrika listrik dipasang pada tegangan 240  Volt, dan arus listrik yang  
mengalir pada setrika tersebut adalah 3  Ampere. Berapakah besar hambatan
dari sertika tersebut  ?

Penyelesaian :

Diketahui      :  V  =  240  Volt
                           I   =      3 Ampere

Ditanyakan   :   R  =   ?

Jawab   :                    V               240   Volt
                      R  =  ———  =  —————  =   80   ohm
                                    I                3 Ampere
  1. Sebuah lampu dipasang pada tegangan 120  Volt, dan hambatannya 400 ohm.
Tentukan berapa besar arus listrik yang mengalir pada lampu tersebut  ?

Penyelesaian :

Diketahui     :  V  =  120 Volt
                          R  =  400  ohm

Ditanyakan  :    I   =   ?

Jawab  :                         V                 120  volt                 3  Volt
                          I    =  ———  =  ————–  =  ————
                                        R               400  ohm              10 ohm

                                                  =   0,3   Ampere

  1. Sebuah rangkaian listrik memiliki hambatan sebesar 300  ohm, dan mengalir
arus sebesar  10 miliAmpere. Pada tegangan berapakah rangkaian dipasang ?

Penyelesaian :

Diketahui     :    R   =   300  ohm
                            I   =      10  miliAmpere  =  0,01  Ampere

Ditanyakan  :   V  =  ?

Jawab   :
                           V  =  I  x  R   =  0,01  Ampere  x  300 ohm
                                                 =  3  Volt

  1. Antara titik-titik a dan b pada suatu rangkian terdapat resistor/hambatan listrik
2 ohm. Arus yang mengalir dari a ke b adalah 2 Ampere. Jika, potensial di titik
a = 5 Volt. Berapakah potensial di titik b ?

Penyelesaian :

Diketahui  :  R      =  2   Ohm                             R  =  2  ohm
                       Va   =   5  Volt                  a                                b
                        I      =   2  Ampere

            Ditanyakan :   Vb  =   ?

                                                                                 I                5 V
             Jawab :
                            Va  -  Vb   =  I  x  R
                            5 V -  Vb   =  2  x   2
                                       Vb  =   5 V -  4  V
                                        Vb  =   1  volt

              Jadi, potensial di titik b adalah  =  1  Volt  1  V
  1. Antara titik a dan b pada suatu rangkaian terdapat resistor/hambatan listrik
4 ohm. Arus yang mengalir dari a ke b adalah  3  Ampere. Jika, potensial di titik a = 24  Volt. Berapakah potensial di titik B.

Penyelesaian :

            Diketahui :   R   =   4  Ohm                                       R  =  4  ohm
                                   I    =   3  Ampere                     a                                        b
                                   Va =   24  Volt
              
             Ditanyakan :  Vb  =  ?

              Jawab :                                                            I                  24 Volt

                            Va   -   Vb   =   I  x  R
                             24 V -  Vb  =   3  x  4
                                          Vb  =  24  V  -  12  V 
                                           Vb =   12  V

              Jadi, potensial di titik b  adalah =  12  Volt  =  12  V


DAYA LISTRIK dan SATUANNYA

Daya Listrik adalah usaha listrik dalam suatu penghantar setiap detik.
Pernyataa ini dapat ditulis dengan rumus :

               W                                  V x I x t
  P  =  ———-       atau    P   =  ————–      maka      P  =   V x I
                 t                                        t


Keterangan :    P  =  Daya listrik dalam satuan  Watt
                        V  =  Tegangan listrik dalam satuan  Volt
                         I  =  Arus listrik dalam satuan  Ampere
                        W =  Usaha listrik dalam satuan Joule
                        W =  V x I x t
                         t  =  Waktu dalam satuan detik atau sekon
Jika kita hubungkan antara Hukum Ohm dengan Daya Listrik maka diperoleh : 
                                                                                                                              2
                                                       V                                                 V             V
1.     P  =  V  x  I       jika    I  =  ——–       maka    2.    P   =  V x ——- =  ——–
                                                        R                                                 R             R 


                                                                                                                         2
.    P  =  V  x  I       jika   V  =  I  x  R     maka     3.    P  =   I   x  I   x  R  =  I  x  R    


Jadi untuk menentukan besarnya Daya Listrik dapat kita selesaikan dengan menggunakan tiga buah rumus seperti di atas.

Contoh Soal :

1.  Sebuah rangkaian listrik dipasang tegangan 110 Volt, jika arus yang mengalir 2
     Ampere. Berapa besar daya listriknya ?

      Diketahui   :  V  =  110  volt
                             I  =      2  Vmpere 

      Ditanyakan :  P  =   ?

       Jawab      :    P   =  I  x  V   =   2  A  x  110  V
                                                   =   220  Watt

2.  Arus listrik yang mengalir pada sebuah lampu 500 miliAmpere, jika hambatannya         
     100  ohm. Berapakah besar daya listriknya ?
            
      Diketahui     :  I  =  500 mA  =  0,5  A
                             R  =  100  ohm


       Ditanyakan  :  P  =  ?
                                      2                            2
       Jawab     :   P   =   I     x  R   =   ( 0,5 )    A  x   100  ohm
                                                     =  0,25  A  x  100  ohm
                                                     =   25   Watt

  3.  Sebuah rangkaian menggunakan daya listrik sebesar 14.400 Watt.Jika tegangan
       yang terpasang 240  Volt, tentukan besar arus yang mengalir pada rangkaian ?

        Diketahui    :  P   =  14.400  Watt
                               V   =       240  Volt

        Ditanyakan  :   I  =   ?
                                                                        P            14.400 Waat
        Jawab   :    P  =  I  x  V,  maka   I  =  ——— =  ——————
                                                                        V                 240  Volt
                                                                                 =   60  Ampere

   4,  Sebuah lampu dipasang pada tegangan 120  Volt, dan hambatannya 600 ohm.
    Tentukan besar daya listriknya  ?


         Diketahui    :   V  =   120  Volt
                                 R  =    600  ohm

          Ditanyakan :   P   =   ?



                                                2                     2
                                            V             ( 120 )    Volt         14.400 Volt
          Jawab    :    P   =   ———  =  ——————  =  —————–
                                            R               600       ohm              600  ohm

                                                       =   24   Watt

5. Sebuah rangkaian hambatannya 7200 ohm dan menggunakan daya listrik
sebesar  18  Watt. Pada tegangan berapakah rangkaian tersebut dipasang ?

Diketahui    :  R  =  7200  ohm
                       P  =      18   Watt

Ditanyakan  :   V   =   ?
                                  2
                              V                       2 
Jawab   :   P  =  ———-   maka  V     =   P  x  R     jadi   V   =      P   x   R
                                           R

                                                                  V   =      18 Watt x  7200  ohm

                                                                        =       129600 
 

                                                                         =  360  Volt    

SELAMAT BERKUNJUNG DI MY HOBBIES BLOG COLLECTION : www.elektromyhobbies.tk